"hal terpenting dalam hidup ini adalah pada saat pemikiran kita bertambah dewasa, kedewasaan hanya bisa kita dapat pada saat kita bisa menerima kritik dan saran dari orang lain dan berusaha mengintropersi diri untuk merubah sifat buruk kita tersebut, selain itu berfikir untuk melihat dampak negatif sebelum kita melakukan sesuatu jika memang banyak dampak negatifnya pertimbangkan lagi untuk dilakukan...."
Sabtu, 30 Juni 2012
Kalkulus 1
Download Materi Perkuliahan KALKULUS 1
Download Facebook Messenger
Dengan Facebook Messenger semua kebutuhan dapat di temukan di sini, Untuk keunggulan Secara jelasnya akan di sebutkan di bawah ini
1. Mengobrol sambil mengerjakan hal lain
Lihat dan tanggapi obrolan langsung dari desktop Anda. Baik saat Anda sedang meramban situ sweb lain atau menggunakan aplikasi lain, Anda tidak perlu mengklik sesuatu untuk tetap terhubung.
Jika Anda menggunakan Windows XP, Windows Vista, Mac atau sistem operasi lainnya, Anda tidak dapat memasang aplikasi ini sekarang. Kami sedang berupaya membuat aplikasi ini dapat digunakan di lebih banyak sistem operasi, jadi tunggu saja.Untuk menggunakan fitur ini, cukup mudah, anda diharuskan mendownload Facebook messenger yang ukurannya pun tidak terlalu besar.
tetapi ketika anda meng instal file berikut harus saat anda conect ke internet karena proses instalnya membutuhkan conect ke internet untuk mendownload fitur-fiturnya...
Download Facebook Messenger
caranya
buka file WinRAR ZIP archive, hasil download kamu dan copy folder ICO keluar WinRAR ZIP archive,
1. klik kanan pada folder yang kamu ingin ubah
2. pilih properties keudian pilih custumize
3. klik change icon kemudian browser kemudian buka tempat kamu menyimpan file icon alfhabet yg telah kamu download
4. buka pada folder ICO dan pilihlah karakter huruf yang kamu inginkan kemudian OK.
Download arabesque alphabet icons
Sabtu, 01 Januari 2011
tes keperawana
Saya rasa hal itu relative artinya bisa dilakukan dan juga tidak. Dapat dilakukan karena tujuannya memang baik tapi butuh proses panjang. Tetapi seandainya dilakukan akan banyak hal yang terjadi. Yang kita lakukan adalah bagaimana caranya membuat suatu aturan yang tidak membebankan rakyat dan juga membawa kebaikan bagi mereka. Seandainya hal itu lebih banyak mendatangkan kerugian atau kemudharatan bagi rakyat lebih baik dihindari.
Indonesia adalah Negara demokrasi dimana menganut Hak Asasi Manusia (HAM) sebagai dasar Negara, seandainya diberlakukan tes tersebut otomatis hak untuk seluruh warga Negara untuk mendapatkan pendidikan padahal mereka yang tidak perawan belum tentu terjadi karena keinginan mereka bisa saja hal itu karena dia diperkosa sehingga seharusnya hal tersebut bukan karena keinginan dia. Dan seandainya dia melakukan hubungan pra nikah mungkin disebabkan beberapa hal, misalnya:
• Tidak ada atau kurangnya pengetahuan agama
• Iman dan akhlak yang tipis
• Usia muda , menyebabkan masih Labil dalam bertindak
• Ingin " mencoba hal baru "
• Pengaruh obat-obatan terlarang yang dikonsumsi
• Pengaruh Lingkungan yang buruk disekitar dia
• Pengaruh pergaulan yang salah
• Kurangnya pengawasan orang tua sehingga mereka menganggap anaknya baik-baik saja
• dan beberapa hal lainnya
Saya rasa percuma diberlakukan tes tersebut kalau hal-hal yang bisa menyebabkan terjadinya hal itu diatas tidak diantisipasi atau dihindari. Jadi koreksi kita adalah bagaimana caranya menghindari hal tersebut diatas. Dari data yang saya dapat tidak semua wanita yang tidak perawan disebabkan melakukan hubungan seksual tetapi karena bisa karena hal lain misalnya:
• Melakukan Masturbasi
• Selaput dara/Keperawan robek akibat berolahraga extreme
• Memakai Celana dalam yang terlalu ketat
• Dan beberapa hal lainnya
Jadi, seandainya diberlakukan tes tersebut kepada siswa yang sebenarnya tidak perawan karena hal lain selain berhubungan seksual maka mungkin saja akan banyak yang stress dan mengancam mental dan akal sehat mereka. Resiko terburuk yang mungkin terjadi adalah akan terjadi Bunuh Diri Masal.
Memang dari wacana yang saya dapatkan tes yang dilakukan tidak langsung melihat alat kelamin tetapi dengan wawancara. Seandainya dilakukan secara langsung oleh pihak kedokteran ahli dan dilakukan dengan alat yang canggih mungkin hasilnya bisa pasti tetapi jika dengan wawancara, hasil dari tes tersebut saya rasa belum pasti dia tidak perawan karena tidak ada bukti nyata kecuali oleh para ahlinya dan pasti harus melihat alat kelamin yang bersangkutan dan hal tersebut jelas di larang didalam Al-Quran.
Dilain pihak diberlakukannya tes tersebut mungkin bisa menghindari siswa untuk tidak mencoba melakukan hubungan seksual yang tidak diperbolehkan oleh agama dan mengandung banyak resiko yang mungkin terjadi.
Kenyataan yang terjadi sekarang banyak sekolah-sekolah yang memberikan pelajaran agama pun masih ada saja pelajarnya yang melakukan hubungan diluar batas, jadi marilah kita sekali lagi menoleh kebelakang apakah murni jika berani melakukan hubungan seksual hanya karena kurangnya pengetahuan agama yang dipunyai oleh si anak! Jawabannya tidak, banyak orang yang sudah tau hukumnya haram, resikonya berbahaya tetapi masih saja melakukannya. Karena hal itulah berati masih banyak hal lain yang mungkin menjadi alasan untuk mereka melakukan hal tersebut selain kurangnya pengetahuan agama. Misalnya:
Stress, karena banyak masalah
Pergaulan dengan orang non muslim
Kerena merasa telah terjerumus kearah tersebut, dia merasa lebih baik sekalian saja toh dia merasa sudah tidak perawan juga.
Kekurangan ekonomi
Pengaruh minuman keras atau obat-obatan terlarang
Oleh karena diterapkan sebuah aturan berupa tes keparawanan adalah solusi terbaik karena tidak akan ada alasan bagi mereka yang berani melakukannya untuk menghindar diri. Apapun alasan melakukan hubungan seksual pra nikah hukumnya tetap haram.
Dalam hal ini kita tida dapat menentukan yang mana yang lebih baik karena sama-sama memiliki manfaat yang luar biasa. Seandainya diberlakukan peraturan tersebut jangan sampai hanya karena tidak perawan mereka tidak dapat melanjutkan sekolah, lebih baik calon siswa atau mahasiswa yang tidak perawan tersebut diberi kesempatan sekolah tetapi ditambah bimbingan khusus dalam bidang agama. Dan seandainya tidak diberlakukan peraturan tersebut saya berharap lembaga pendidikan mempunyai solusi lain untuk menghidari para pelajar maupun mahasiswa melakukan hubungan pra nikah yang diharamkan oleh agama.
Senin, 26 Juli 2010
GEJELA KEHENDAK/KEMAUAN
BAB I
PENDAHULUAN
1. Gejala kemauan pada manusia
Kemauan adalah dorongan dari dalam yang lebih tinggi tingkatan-tingkatan daripada instink, refleks, automatisme, kebiasaan, nafsu, keinginan, kecendrungan, dan hawa nafsu, sekali lagi ditandasan bahwa kemauan hanya terdapat pada manusia saja.
Kemauan adalah doronagan dari dalam yang sadar, berdasarkan pertimbangan pikir dan perasan, serta seluruh pribadi seseorang yang menimbulkan kegiatan yang terarah pada tercapainya tujuan tertentu yang berhubungan dengan kebutuhan hidupnya.
Gejala kemauan sebagai pendorong timbulnya perbuatan kemauan berdasarkan atas berbagai pertimbangan, naika pertimbangan akal/pikir, yang mementukan benar salahnya perbuatan kemauan maupun pertimbangan perasaan yang menentukan baik buruknya halus tidaknya perbuatan kemauan, maka dalam gejala kemauan terdapatkesenjanganantara dorongan kemauan-pikiran-perasaan-tujuan dan tindakan
Gejala kemauan akan diikutu aktifitas yang disebut perbuatan kemauan. Perbuatan kemauan buaknlah tindaka yang bersifat kebetulan, tetapi merupakan tindakan yang disengaja dan terarah pada trcapainya suatu tujua . dorongan lkemauan merupakan dan memyebabkan timbul,nya perbuatan hati, jiwa tenaga bergerak mencapai suatu tujuan.
2. Proses kemauan
a. Proses kemauan menurut Meuman
1. Adanya motive
2. Saat mempertimbangkan motive-motive
3. Saat memilih
4. Memutuskan
5. Melaksanakan keputusan kemauan
b. Muman membedakan unsur motif-motif : motif dan perjuanagan
1) Motif (motivasi) merupakan sebab atu gambaran penyebab yang akan menimbulkan tingkah laku, menuju pada suatu ingatan, gambaran fantasi dan perasaan-perasaan tertentu.
2) Perjuangan motif merupakan usaha mempertimbangkan dengan hati nurani dan akal budi kemungkinan dilaksanakannya suatu pilihan yaitu diambil dari beberapa alternative/kemungkinan motif-motif tadi.
3) Pada proses penentuaan ada penentuan dari seleksi dan pelaksanaan pilihan itu. Yaitu memilih motif yag paling baik dan paling kuat untuk dilaksanakan dengan segera.
BAB II
PEMBAHASAN
GEJALA KEMAUAN (KONASI)
1. PENGERTIAN KEMAUAN
Kemauan adalah salah satu fungsi hidup kejiwaan manusia, dapat diartikan sebagai aktifitas psikis yang mengandung usaha aktif dan berhubungan dengan pelaksanaan suatu tujuan. Tujuan adalah titik akhir dari gerakan yang menuju suatu arah. Adapun tujuan kemauan adalah pelaksanaan suatu tujuan-tujuan mana, harus diartikan dalam suatu hubungan.
Dorongan hidup, yang bekerja tanpa disadari dan berlangsung dengan sendirinya, disebut: otomatisme. Misalnya :
a. peredaran darah
b. pencemaran makanan
c. pernapasan pada paru-paru. Dan sebagainya.
Semua dorongan ini berpangkal pada tiga macam dorongan asli, yaitu :
a. dorongan mempertahankan diri
b. dorongan mempertahankan jenis, dan
c. dorongan mengebangkan diri.
Kehendak ialah suatu fungsi jiwa untuk dapat mencapai sesuatu. Kehendak ini merupakan kekuatan dari dalam dan tampak dari luat sebagi gerak-gerik. Fungsinya kehendak ini berkaitan dengan fikiran dan perasaan.
Kehendak ini dibagi menjadi enam bagian, yaitu :
a. Dorongan
Dorongan ialah suatu kekuatan dari dalam yang mempunyai tujuan tertentu dan berlangsung diluar kehendak kiata. Dorongan dibedakan menjadi dua, yaitu :
1) Dorongan yang bertujuan menncapai syrat hidup tertentu disebut tropisme, misal : binatang mencari cahaya.
2) Dorongan hidup, yang bekerja tanpa disadari dan berlangsung dengan sendirinya disebut Otomatisme, misal : pernafasan pada paru-paru, peredaran darah, dan lain-lain.
Semua dorongan berpangkal pada tiga macam dorongan asli, yaitu : dorongan mempertahankan diri, dorongan mempertahankan jenis, dan dorongan mengebangkan diri.
b. Keinginan
Keinginan ialah dorongan nafsu, yang tertuju pada sesuatu benda tertentu atau yang kongkrit. Kebalikannya ialah kebencian. Keinginan yang dipraktekan bisa menjadi kebiasaan.
c. Hasrat
Hasrat ialah suatu kainginan tertentu yang dapat diulang-ulang. Paulhan (Prancis), menggolongkan hasrat menjadi beberapa golongan, yaitu :
1) Hasrat vital
a. Kerakusan
b. Kesederhanan
c. Peminum
2) Hasrat sosial
a. Cari teman
b. Cari persatuan
3) Hasrat egoistis
a. Tamak
b. Kikir
c. Saying pada diri
d. Tidak sopan
4) Hasrat yang abstrak
a. Jujur
b. Insyat kewajiban
c. Menipu
d. Kecendrungan : hasrat yang aktif menyuruk kita agar lekas bertindak.
e. Hawa nafsu : hasrat yang besar dan kuat yang dapat menguasai seluruh fungsi jiwa kita.
f. Kemauan : kekuatan yang sadar dan hidup dan atau menciptakan sesuatu yang berdasarkan perasaan dan fikiran.
Proses kemauan, untuk sampai pada tindakan melalui beberapa tingkat :
a. Motif (alas an, dasar, pendorong)
b. Perjuangan motif. Sebelum mengambil keputusan, pada batin biasanya ada beberapa motif yang bersifat luhur dan rendah.
c. Keputusan. Disini kita mengadakan pemilihan-pemilihan antara motif-motif tersebut dan meninggalkan kemungkinan yang lain, sebab tak mungkin kita punya macam-macam keinginan pada watu yang sama.
d. Perbuatan kemauan. Kalau sudah mengambil keputusan, maka bertindak sesuai dengan keputusan yang diambil.
Ciri-ciri hasrat :
1. Hasrat merupakan “motor” penggerak perbuatan dan kelakuaan manusia.
2. Hasrat berhubungan erat dengan tujuan tertentu, baik positif maupun negative. Positif berarti mencapai barang sesuatu yang dianggap berharga dan berguna baginya. Sdang negative berarti menghindar sesuatu yang dianggap tidak mempunyai haraga/guna baginya.
3. Hasrat selamanya tidak terpisah dari gejala mengenai (kognisi) dan perasaan (emosi). Dengan kata lain : hasrat tidak dapat dipisahkan dengan pekerjaan jiwa yang lain.
4. Hasrat diarahkan pada penyelanggaraan suatu tujuan, maka didalam hasrat terdapat bibit-bibit penjelmaan kegiatan.
2. HASRAT YANG BERPUSAT PADA KEJASMANIAN
a. Tropisme
Adalah peristiwa yang menyebabkan timbulnya gerak kesuatu arah tertentu. Gejala tropisme terdapat pada barang-barang tingkat vegetative (tumbuh-tumbuhan) dan animal (binatang).
Dengan adanya jenis perangsang yang berbeda, maka tropisme dapat dibedaa berdasarka jenis perangsangnya, antara lain :
1) Foto-tropisme (fotos = cahaya)
Yaitu tropisme yang timbul karena adanya peransang cahaya menurut arah geraknya, foto propisme dibedaan atas :
a) Foto-tropisme, positif
b) Foto-tropisme, negatif
2) Helio-tropisme (helios = matahari)
Yaitu tropisme yang timbul karena adanya peransang matahari. Menurut arah geraknya helio-tropisme dapat dibedakan :
c) Helio-tropisme pisitif
d) Helio-tropisme negatif
b. Refleks
Refleks adalah gerak reaksi yang tidak disadari terhadap peperangsang.
1) Ciri-ciri gerak refleks
a. Pada gerak terdapat hubungan erat antara perangsang dan reaksi, yakni reaksi terhadap perangsang itu.
b. Gerak refleks terjadi diluar kesadaran (tidak disadari).
c. Gerak refleks bersifat mekanis (bergerak dengan sendirinya) dan tidak mempunyai tujuan tertentu.
d. Sangat terikat oleh perangsang tertentu, tidak dikatakan bahwa setiap jenis perangsang tertentu menimbulkan gerak refleks tertentu.
e. Tidak berhubungan dengan pusat susunan urat syaraf dan bertalian dengan susunan syaraf, yakni sum-sum tulang belakang.
f. Gerak refleks merupakan cara bertindak tertentu yang dibawa sejak lahir.
2) Proses terjadinya gerak refleks
Gerak refleks adalah gearak diluar kesadaran, jadi reaksi-reaksi yang ditimbulkan tidak bersumber pada susunan syaraf (otak) tanpa suatu pertimbangan. Proses terjadi gerak refleks : perangsang pancaindera cel-cel syaraf ensoris urat syaraf mitosis reaksi.
3) Macam-macam refleks
a. Refleks bawaan : yalni refleks yang dibawa sejak lahir; disebut juga refleks asli atau refleks sewajarnya.
b. Refleks latihan : yakni refleks yang diperoleh dari latihan.
c. Refleks bersyarat : (conditioned-refleks)
Refleks ini tidak tergantung pada perangsang alam yang asli tapi timbul karena rangsang lain yang berasosiasi dengan ransangan alam tersebut.
c. Insting
Yaitu kemampuan berbuat tertentu yang dibawa sejak lahir yang tertuju pada pemuasan doronagn-dorongan nafsu dan doronagn-dorongan lain disebut instink
a) Ciri-ciri insting
1) Insting lebih majemuk dari pada refleks.
2) Instink merupakan kemampuan untuk bergerak pada suatu tujuan dengan tidak memerlukan latiahan terlebih dahulu.
3) Gerak instinktif merupakan pembawaan, kemampuan alami yang dibawa sejak lahir, jadi bukan kecakaapan yang diperoleh dari pengalaman dan latihan.
4) Gerak instinktif berjalan secara mekanis (berjalan dengan sendirinya), berjalan tanpa menggunakan kesadaran dan pertimbangan.
5) Instink sedikit banyak dapat dilatih atau diubah, disesuaikan dengan keadan-keadaan tertentu
6) Gerak instinktif berakar pada dorongan nafsu dan dorongan lain untuk mendapatkan kepuasan.
7) Gerak instinktif pada hewan sejak lahir tetap, tidak berubah, sedangka instink pada manusia berubah.
b) Macam-macam insting
Instink merupakan dorongan alami untuk berbuat tertentu demi tercapainya tujuan.
1) Dorongan untuk mempertahankan diri
2) Dorongan untuk mempertahankan jenis
3) Dorongan untuk mengmbangkan diri
Instink pada manusia
- Manusia mempunyai dorongan instink, tetapi perbuatan dan hidup manusia tidak dikuasai oleh doronga instink.
- Pada suatu kesempatan instink masih berfungsi, namun demikian pernyataan dorongan instink tersebut sudah dalam bentuk perbuatan yang dipengaruhi oleh batin manusia.
d. Automatisme
Gejala yang menimbulkan gerak-gerak terselanggara denga sendiorinya disebut automatisme.
- Autumatisme asli ; ialah gerak automatis yang tidak digerakan oleh gejala hasrat.
- Automatisme latihan : ialah gerak-gerak yang berjalan secara automatis karena seringnya gerak-gerak tersebut diulang.
e. Kebiasaan
Gerak perbuatan yang berjalan dengan lancar dan seolah-olah berjalan dengan sendirinya disebut kebiasaan
f. Nafsu
Dorongan yang terdapat pada tiap-tiap manusia dan member kekuatan bertindak untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidup tertentu, disebut nafsu.
a. Macam-macam nafsu
- Nafsu individu (perseorangan)
- Nafsu sosial (kemasyarakatan)
b. Hubungan nafsu dengan persaaan
Perasaan yang hebat dapat menimbulkan bergeraknya suatu nafsu dan sebaliknya kadang-kadang nafsu kadang bisa menimbulkan perasaan yang hebat, dan adakalanya kemampuan berfikir dikesampingkan
c. Nafsu dan pendidikan
g. Keinginan
Nafsu yang telah mempunyai arah tertentu dan tujuan tertentu disebut dengan keinginan.
h. Kecendrungan
Kinginan-keinginan yang sering munculaatu timbul disebut kecendrungan.
Kecendrungan dapat dibedakan menjadibeberapa golongan :
- Kecendrunag vital (hayat)
- Kecendrungan perseorangan
- Kecendrungan sosial
- Kecendrungan abstark
i. Hawa nafsu
Kecendrungan atau keinginan yang sangat kuat dan memndesak yang sedikit banyak mempengaruhi jiwa seseorang disebut hawa nafsu.
j. Kemauan
1. Proses kemauan
Dibawah ini dikemukakan dua teori mengenai proses kemauan:
a. Teori Meuman (analisa lama)
Muman membedakan unsur motif-motif : motif dan perjuanagan
- Motif (motivasi) merupakan sebab atu gambaran penyebab yang akan menimbulkan tingkah laku, menuju pada suatu ingatan, gambaran fantasi dan perasaan-perasaan tertentu.
- Perjuangan motif merupakan usaha mempertimbangkan dengan hati nurani dan akal budi kemungkinan dilaksanakannya suatu pilihan yaitu diambil dari beberapa alternative/kemungkinan motif-motif tadi.
- Pada proses penentuaan ada penentuan dari seleksi dan pelaksanaan pilihan itu. Yaitu memilih motif yag paling baik dan paling kuat untuk dilaksanakan dengan segera.
b. Teori N. Ach (analisa baru)
Ach membedakan empat momen, yaitu :
a. Momen wujud : proses penginderaan yang kuat biasanya disertai dengan ketegangan-ketegangan bahkan sering diiringi dengan gerakan-gerakan tertentu, misal : mengernyitkan kening, mengepalkan tinju.
b. Momen obyektif : kesadaran akn adanya pengarahan pada suatu tujuan, dan ada gambaran satu tujuan. Ada antisipasai terhadap perubahan yang akan dilakukan.
c. Moment akatual : menyadari benar perbuatan apa yang akan dilakukannya.
d. Momen subyektif : ada keinginan dalam kesadaran untuk berbuat secara energik/kuat, dan ada upaya mengumpulkan usaha-usaha untuk berbuat.
Kemauan bisa menciptaka orde dan kesatuan pada setiap unsur bagian dari kepribadian ( unsur kognitif, efektif/emosi, fantasi tanggapan, minat, pikiran, dan lain-lain). Dan kemauan ini mengarahkan manusia pada tujuantujuan menurut pola-pola pembimbing atau leitmotifen tertentu.
2. Kebebasan kemauan
a. Hal-hal yang mempengaruhi kemauan
- Keadaan fisik
- Keadaan materi
- Keadaan psikis
- Keadaan milieu (lingkungan)
- Keadaan kata hati (consciensia)
b. Kebebasan kemauan
1) Teori determinisme (determine = menentukan)
Teori ini berpendapat
- Kebebasan kemauan tidak mungkin ada, semua kejadian termasuk kemauan manusia sudah tertentu, dan terjadinya berdasarkan sebab akibat.
- Semua peristiwa didunia berlaku menurut rumus-rumus yang telah ada, kalau demikian arti tindakan manusia tidak bedanya dengan kerja pesawat.
- Manusia terbatas dalam menentukan kebebasan kemauan, dibatasi oleh dasar pembawaan maupun oleh keadaan.
- Tentang pendidikan : pendidikan adalah sesuatu yang tidak mungkin, paling tinggi orang hanya member latihan-latihan kepada anak-anak untuk menghindar perbuatan-perbuatan yang tidak baik.
2) Teori in-determinise
Kaum ini penentang aliran determinisme. Pendapat-pendapatnya :
- Manusia tidak hidup berdasarkan hukum-hukum kautalitas (sebab-akibat) tetapi bebas dari kemauannya.
- Aliran ini mengakui juga adanya pengaruh hukum sebab akibat pada perbuatan manusia, tetapi bagaimanapun jaga manusia bebas merdeka dalam mengambil keputusan kemauan.
3. HASRAT YANG BERPUSAT PADA PSIKOLOGI ATAU PERBUATAN KEMAUAN
Kemauan adalah dorongan kehendak yang terarah pada tujuan-tujuan hidup tertentu, dan dikendalikan oleh pertimbangan akal budi. Ciri-ciri kemauan sebagai beriikut.
a. Gejala kemauan merupakan dorongan dari dalam yang khusus dimiliki oleh manusia.
b. Gejala kemauan berhubungan erat dengan suatu tujuan.
c. Gejala kemauan sebagai pendorong timbulnya perbuatan kemauan yang didasarkan atas berbagai pertimbangan, baik pertimbangan akal/pikiran yang menentukan benar salahnya perbuatan kemauan maupun pertimbangan perasaan kemauan.
d. Dalam kemauan tidak hanya terdapat pertimbangan pikiran dan peasan saja, melainkan seluruih pribadi pertimbangan, memberikan pengaruh dan memberikan corak pada perbuatan kemauan.
e. Pada perbuatan kemauan bukanlah tidakkan yang bersifat kebetulan, melainkan tindakan yang disengaja dan pada tercapainya suatu tujuan.
f. Banhwa tujuan menjadi unifikator atau pemersatu dari semua tingkah laku manusia, dan memgkoordinasi segenaf fungsi kejiwaan menjadi bentuk kerjasam yang super harmonis.
Hal-hal yang mempengaruhi kemauan.
a. Keadaan fisik
b. Keadaan materi
c. Keadaan milieu (lingkungan)
d. Keadaan kata hati (consciensia)
4. MOTIF, PERKEMBANGAN DAN MACAMNYA
a. Motif
Perbuatan organisme itu dapat dibedakan : perbuatan yang refleksif dan perbuatan yang disadari.
b. Perkembangan motif
Perkembangan ini berhubungan dengan masalah kemasakan (maturation), latihan dan proses belajar.
c. Macam-macam motif
Disamping menurut Woodworth dan Marquis motif itu dapat dibedakan :
1. Motif yang berhubungan dengan kebutuhan jasmani (organie needs) yaitu motif yang berhubungan dengan kelangsungan hidup individu atau organism, misalnya motif minim, makan, kebutuhan pernapasan, seks, kebutuhan beristirahat.
2. Motif darurat (emergency motives).
3. Motif obyektif (obyective motives)
Bila individu menghadapi bermacam-macam motif pada kemungkinan respons yang dapat diambil, yaitu :
1. Pemilihan atau penolakan
2. Kompromi
3. Meragu-ragukan (bimbang)
BAB III
PENUTUP
SIMPULAN
1. Kemauan ialah kekuatan yang sadar dan hidup dan atau menciptakan sesuatu yang berdasarkan perasaan dan fikiran.
2. Kehendak ialah suatu fungsi jiwa untuk mdapat mencapai sesuatu.
3. Kehendak dibagi menjadi :
- Dorongan
- Keinginan
- Hasrat
- Kecendrungan
- Hawa nafsu, dan
- Kemauan
4. Hasrat yang berpusat pada kejasmanian terbagi atas:
a. Tropisme Adalah peristiwa yang menyebabkan timbulnya gerak kesuatu arah tertentu.
b. Refleks adalah gerak reaksi yang tidak disadari terhadap peperangsang.
c. Insting adalah kemampuan berbuat tertentu yang dibawa sejak lahir yang tertuju pada pemuasan doronagn-dorongan nafsu dan dorongan-dorongan lain.
d. Automatisme adalah Gejala yang menimbulkan gerak-gerak terselanggara dengan sendirinya.
e. Kebiasaan adalah Gerak perbuatan yang berjalan dengan lancar dan seolah-olah berjalan dengan sendirinya disebut kebiasaan.
5. Hasrat yang berpusar pada psikologi atau perbuatan kemauan.
Hal-hal yang mempengaruhi kemauan :
e. Keadaan fisik
f. Keadaan materi
g. Keadaan milieu (lingkungan)
h. Keadaan kata hati (consciensia)
6. Motif, perkembangan dan macamnya.
Macam-macam motif :
- Motif yang bersifat vital
- Motif yang bersifat rohaniah.
DAFTAR PUSTAKA
Ahmadi, Abu. 1998. Psikologi Umum. Jakarta : Rineka Cipta
Sujanto, Agus. 2004. Psikologi Umum. Jakarta :Bumi Aksara
Kartono, Kartini. 1984. Psikologi Umum. Bandung : CV Mandar Maju
